Tanggal sudah ditentukan, tanggal 10-13 Juli 2010, saya dan 8 orang teman berlibur ke Karimunjawa. Tanggal 8 malam kami sudah berangkat dari Bandung menuju Jogja. Dilanjutkan tgl 9 malam berangkat ke Pelabuhan Kartini Jepara dengan menggunakan travel. Kemudian kami masih harus menggunakan Kapal Ferry Muria menuju Karimunjawa. Setelah 6 jam melihat air, akhirnya kami sampai disana..
(oh iya, perhatikan jadwal keberangkatan. Ferry dari Jepara hanya ada di hari Rabu dan Sabtu)
Sore itu kami bermain-main di pantai dekat penginapan. Kaki saya banyak mendapat goresan akibat karang. Oh, saya melihat biawak loh. hahahaha.. Berhubung malam minggu, di Kantor kelurahan dipasang layar tancap. Kami kesana untuk melihat-lihat. Sayangnya, film yang ditayangkan justru film horror semi seks, dan penonton baris depan adalah anak-anak.. ckckckck
Keesokan paginya, dengan menggunakan kapal nelayan kecil, kami mengunjungi Pulau Menjangan Besar, Menjangan Kecil, dan Pulau Cemara. Di Menjangan Besar, kami berenang berasama hiu! Hiu penangkaran sih. Tapi tetap saja hiu.. DI tempat itu ada Penyu juga. Berhubung cuma ada satu, jadinya penyu itu dioper sana-sini untuk diajak berfoto. Sedang asik berenang2, tiba-tiba saya merasa ada yang menggigit kaki saya! Tenang, bukan hiu. Saya cuma digigit ikan karang yang merasa terancam karena saya berdiri diatas daerah teritorinya..
Di Pulau Cemara kami menyempatkan makan siang dan tentunya snorkling. Pada awalnya saya berpikir menyelam ya menyelam saja. Melihat ikan berlarian karena kita mendekat, karang-karang putih bertebaran, air laut warna biru toska.. Ternyata, wow. Karang disini benar-benar berwarna-warni. Maksud saya benar-benar ungu, benar-benar merah, benar-benar hijau, dan benar-benar warna lainnya. Malah saya baru tau ada karang yang berwarna pink.. Saya menemukan bintang laut berwarna biru!!! Saya pikir bintang laut warnanya hanya merah, ternyata seperti itu ya bintang laut. Maklum norak, ini pengalaman snorkling pertama saya, dan sangat mengesankan.. Pasir putih di pulau ini bersih dan halus loh. Kami sempat bermain pasir. Kresna kami kubur dengan pasir seolah-olah sudah meninggal..
Berlanjut ke Pulau Menjangan Kecil. Saya dan Ruth sempat tenggelam karena Ruth panik. Saya tidak menggunakan pelampung karena bisa berenang. Ruth yang menyangka airnya dangkal tidak mengenakan pelampung dan kemudia berusaha berpegangan pada saya. Tapi berhubung badan saya kecil, ya jadinya tidak imbang. Akhirnya kami berpegangan pada Kresna. Penyelamat!!!! hahahaha.. Mas Fajar yg tadinya tidak ingin masuk air akhirnya nyemplung juga dan membawa pelampung untuk saya dan Ruth. Thank you Mas!!!
Saat kami di Tanjung Gelam, saya ditawari oleh guide kapal tetangga untuk mencoba babi laut panggang. Rasanya?? yaaaa begitulah, coba sendiri saja. Sepanjang sisa waktu, kami berfoto dan bermain di pantai. Guide kami menawarkan "makanan" lain kepada saya, semacam tumbuhan laut berwarna hijau cendol. Bentuknya bergerombol seperti anggur tapi bulatannya hanya sebesar mutiara yg biasa ada di es campur. Rasanya?? Asin. hahahaha. Kami menemukan keong laut dan teripang. Kami sempat kaget karena guide kami mengatakan kami harus pindah ke lokasi lain karena ada ikan pari. Lalu ketika hari mulai sore, kami kembali ke penginapan sambil disambut hujan. Setelah mandi dan makan, saya langsung tidur. Capek berenang seharian..
Hari Senin, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Tengah, Pulau Kecil, dan sebuah gosong. Akibat hujan malam sebelumnya, volume air lebih banyak dan ombak agak besar. Pemilik tour bertanya kepada saya, apakah saya berani apabila harus mengambil jalur pendek yang ombaknya besar. saya jawab saja berani, dan kami mengambil jalur pendek yg (menurut saya) menyenangkan.. Ternyata ombaknya memang besar!!!! hahahahaha untungnya kami sampai dengan selamat. Di Pulau Tengah kami snorkling lagi. Disini saya tidak lama ber-snorkling. Saya merasa mual karena snorkling di tempat yang bergelombang besar seperti itu. Setelah sempat melihat ikan badut, saya memutuskan untuk berenang menepi ke pantai dan menikmati kelapa muda. Laut berwarna tosca, langit biru, awan putih, angin berhembus, dan kelapa muda utuh di pegangan. Ini baru liburan!!!
Keesokan paginya kami bersiap-siap untuk kembali ke Jepara. Dengan menggunakan Ferry Muria, kami menempuh lagi 6 jam di laut. Oh iya, sejak awal perjalanan, kami mendapat teman baru. Sepanjang liburan pun kami kerap kali bertemu, mungkin karena destinasi yang sama. Olivier, Tristan, juga Mas Ari dan Mas Obrien yg serumah dengan kedua bule Perancis itu. Olivier dan Tristan bule dari Perancis yang sedang ikut dosen S2 mereka di Indonesia. Ada lagi bule dari Slovakia (kalau tidak salah) yg baru dari Medan dan Jogja. Dia bekerja keras dan menabung selama 3 tahun untuk keliling dunia. waow.
Kami pulang terpisah. Adit "Kewong" berhenti di Semarang; saya, Rina, Tansa, dan Bayu di Jogja, sedangkan Ruth, Zahid, Kresna, dan Yoga kembali ke Bandung.
Terimakasih semuanya, liburan yang menyenangkan. Ngomong-ngomong, sampai saya menulis tulisan ini, kulit saya masih belang. Kalau ada yang mau ke Karimunjawa, saya sarankan menggunakan Dafista Tour, dijamin enggak ribet lah..Sore itu kami bermain-main di pantai dekat penginapan. Kaki saya banyak mendapat goresan akibat karang. Oh, saya melihat biawak loh. hahahaha.. Berhubung malam minggu, di Kantor kelurahan dipasang layar tancap. Kami kesana untuk melihat-lihat. Sayangnya, film yang ditayangkan justru film horror semi seks, dan penonton baris depan adalah anak-anak.. ckckckck
Keesokan paginya, dengan menggunakan kapal nelayan kecil, kami mengunjungi Pulau Menjangan Besar, Menjangan Kecil, dan Pulau Cemara. Di Menjangan Besar, kami berenang berasama hiu! Hiu penangkaran sih. Tapi tetap saja hiu.. DI tempat itu ada Penyu juga. Berhubung cuma ada satu, jadinya penyu itu dioper sana-sini untuk diajak berfoto. Sedang asik berenang2, tiba-tiba saya merasa ada yang menggigit kaki saya! Tenang, bukan hiu. Saya cuma digigit ikan karang yang merasa terancam karena saya berdiri diatas daerah teritorinya..
Di Pulau Cemara kami menyempatkan makan siang dan tentunya snorkling. Pada awalnya saya berpikir menyelam ya menyelam saja. Melihat ikan berlarian karena kita mendekat, karang-karang putih bertebaran, air laut warna biru toska.. Ternyata, wow. Karang disini benar-benar berwarna-warni. Maksud saya benar-benar ungu, benar-benar merah, benar-benar hijau, dan benar-benar warna lainnya. Malah saya baru tau ada karang yang berwarna pink.. Saya menemukan bintang laut berwarna biru!!! Saya pikir bintang laut warnanya hanya merah, ternyata seperti itu ya bintang laut. Maklum norak, ini pengalaman snorkling pertama saya, dan sangat mengesankan.. Pasir putih di pulau ini bersih dan halus loh. Kami sempat bermain pasir. Kresna kami kubur dengan pasir seolah-olah sudah meninggal..
Berlanjut ke Pulau Menjangan Kecil. Saya dan Ruth sempat tenggelam karena Ruth panik. Saya tidak menggunakan pelampung karena bisa berenang. Ruth yang menyangka airnya dangkal tidak mengenakan pelampung dan kemudia berusaha berpegangan pada saya. Tapi berhubung badan saya kecil, ya jadinya tidak imbang. Akhirnya kami berpegangan pada Kresna. Penyelamat!!!! hahahaha.. Mas Fajar yg tadinya tidak ingin masuk air akhirnya nyemplung juga dan membawa pelampung untuk saya dan Ruth. Thank you Mas!!!
Saat kami di Tanjung Gelam, saya ditawari oleh guide kapal tetangga untuk mencoba babi laut panggang. Rasanya?? yaaaa begitulah, coba sendiri saja. Sepanjang sisa waktu, kami berfoto dan bermain di pantai. Guide kami menawarkan "makanan" lain kepada saya, semacam tumbuhan laut berwarna hijau cendol. Bentuknya bergerombol seperti anggur tapi bulatannya hanya sebesar mutiara yg biasa ada di es campur. Rasanya?? Asin. hahahaha. Kami menemukan keong laut dan teripang. Kami sempat kaget karena guide kami mengatakan kami harus pindah ke lokasi lain karena ada ikan pari. Lalu ketika hari mulai sore, kami kembali ke penginapan sambil disambut hujan. Setelah mandi dan makan, saya langsung tidur. Capek berenang seharian..
Hari Senin, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Tengah, Pulau Kecil, dan sebuah gosong. Akibat hujan malam sebelumnya, volume air lebih banyak dan ombak agak besar. Pemilik tour bertanya kepada saya, apakah saya berani apabila harus mengambil jalur pendek yang ombaknya besar. saya jawab saja berani, dan kami mengambil jalur pendek yg (menurut saya) menyenangkan.. Ternyata ombaknya memang besar!!!! hahahahaha untungnya kami sampai dengan selamat. Di Pulau Tengah kami snorkling lagi. Disini saya tidak lama ber-snorkling. Saya merasa mual karena snorkling di tempat yang bergelombang besar seperti itu. Setelah sempat melihat ikan badut, saya memutuskan untuk berenang menepi ke pantai dan menikmati kelapa muda. Laut berwarna tosca, langit biru, awan putih, angin berhembus, dan kelapa muda utuh di pegangan. Ini baru liburan!!!
Hujan turun saat kami makan siang. Untung ikan-ikan menu makan siang kami sudah selesai dibakar. hahahaha.. hujan membuat gelombang besar mereda sehingga di Pulau Kecil saya melanjutkan snorkling. Wah, kali ini saya benar-benar memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Saya berenang agak jauh. Semakin jauh saya berenang, karang-karang semakin bagus. Aduh, seandainya saya puteri duyung dalam dongeng.. Saya berenang ke perairan yg lebih dangkal, dimana karangnya lebih tinggi sekaligus lebih bagus. Beruntung badan saya kecil, jadi meskipun tetap harus berhati-hati, saya bisa lebih leluasa untung berenang di tempat seperti itu.. Kemudian saya kembali berenang mendekati kapal karena sudah merasa capek (untung masih ada Kresna yg ingat saya ada di belakang).
Kami melanjutkan ke sebuah gosong yang berukuran kecil. Semakin diperparah karena dua kapal lain juga menuju kesana. Tapi untungnya kami bisa bergantian tanpa perlu adu otot. bergantian berfoto maksudnya, karena kapal samapai di gosong bersamaan. Sepulangnya darisana, lagi-lagi saya mandi, makan dan tidur. Rencana nonton piala dunia bersama pun kandas karena ternyata teman-teman yang lain juga tidur karena kelelahan..
Keesokan paginya kami bersiap-siap untuk kembali ke Jepara. Dengan menggunakan Ferry Muria, kami menempuh lagi 6 jam di laut. Oh iya, sejak awal perjalanan, kami mendapat teman baru. Sepanjang liburan pun kami kerap kali bertemu, mungkin karena destinasi yang sama. Olivier, Tristan, juga Mas Ari dan Mas Obrien yg serumah dengan kedua bule Perancis itu. Olivier dan Tristan bule dari Perancis yang sedang ikut dosen S2 mereka di Indonesia. Ada lagi bule dari Slovakia (kalau tidak salah) yg baru dari Medan dan Jogja. Dia bekerja keras dan menabung selama 3 tahun untuk keliling dunia. waow.
Kami pulang terpisah. Adit "Kewong" berhenti di Semarang; saya, Rina, Tansa, dan Bayu di Jogja, sedangkan Ruth, Zahid, Kresna, dan Yoga kembali ke Bandung.






1 komentar:
kalau mau tau ttg tour dafista, bisa tanya ke saya ya
Posting Komentar