Rabu, 10 Agustus 2011

Candi Plaosan

Dinamakan Candi Plaosan, karena terletak di Dukuh Plaosan. Lokasinya dekat dengan Candi Prambanan, hanya berjarak sekitar satu kilometer. Kompleks Candi ini disebut candi kembar karena terdiri dari dua area besar, yaitu Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Candi kembar dibangun untuk melambangkan pria dan wanita, raja dan ratu. Hal ini terlihat pada relief bangunan induk candi. Relief yang terdapat di dinding candi utara adalah relief-relief bergambar wanita sedangkan di candi selatan reliefnya bergambar pria.
Pembangunan Candi Plaosan berawal dari kisah cinta beda agama antara Rakai Pikatan dan Pramudya Wardhani. Rakai Pikatan adalah raja keenam Kerajaan Mataram Lama dari Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu. Ratunya, Pramudya Wardhani, memeluk agama Buddha karena ia adalah puteri Samaratungga dari Dinasti Syailendra. Pernikahan antara keduanya konon tidak direstui oleh kedua keluarga. Rakai Pikatan pun kemudian membangun Candi Plaosan sebagai bukti cinta untuk Pramudya Wardhani.
Perbedaan agama yang mereka miliki terpadu dalam bangunan ini, menjadikan Candi Plaosan unik.. Bentuk pondasi bangunan lebar seperti candi Buddha, namun candi ini dibuat tinggi khas candi Hindu. Keberadaan dua buah candi induk bersama arca-arca dan stupa-stupa yang mengitari candi induk mencirikan arsitektur Buddha. Arsitektur agama Hindu bisa dilihat di candi-candi perwara yang mengitari candi induk.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Wordpress Theme by wpthemescreator .
Converted To Blogger Template by Anshul .